Minggu, 28 November 2010

Pemberantasan Korupsi

Warga Jakarta rupanya menggantungkan harapan Pemberantasan Korupsi kepada Busyro Muqqodas yang terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, menggantikan Antasari Azhar. Sebagian dari mereka ingin agar di tangan Busyro, KPK menyelesaikan kasus Century.

"Yang pasti dengan harapan bisa mengungkap kasus besar terutama kasus century, karena selama ini tidak pernah disinggung lagi," ujar Irsyadil (30) warga Kebun Kacang, Jakarta Pusat di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (28/11/2010).

Hal yang sama diungkapkan Agus (56) warga Tanjung Duren. Dia berharap agar KPK mampu menyelesaikan kasus besar yang menurutnya belum mampu ditangani oleh kepolisian, seperti skandal Century, mafia pajak dan mafia peradilan yang melibatkan Gayus H Tambunan, serta kasus aliran dana BLBI yang seolah hilang ditelan bumi. "Mudah-mudahan tidak makin merosot, kasihan warga kita. Mudah-mudahan korupsi bisa disikat habis," katanya.

Sedikit berbeda, Rifa (22), mahasiswa Universitas Indonesia berharap agar KPK di bawah Busyro lebih dulu menangani kasus korupsi yang dilakukan para pengusaha. "Gak cuma menindak korupsi kecil saja tapi juga korupsi pebisnis yang bersahabat sama pejabat. Seperti penggelapan pajak oleh perusahaan Bakrie," ungkapnya.

Para warga tersebut juga berpendapat agar kasus Gayus H Tambunan segera diambilalih oleh KPK. Karena, kinerja kepolisian menurut mereka belum maksimal. "Mestinya lebih bagus di KPK karena polisi sekarang lebih tidak dipercaya. Seperti ini lebih ke KPK karena lebih banyak melibatkana oknum polisi juga," kata Irsyadil.

Mengenai sosok Busyro, Irsyadil menilai pimpinan KPK itu tidak setegas Bambang Widjojanto namun dia tetap optimis terhadapnya. Sementara Agus dan Rifa, melihat sosok Busyro sebagai orang yang dapat dipercaya, low profile, dan tidak banyak macam. Demikian catatan online Ikut Ngeblog tentang Pemberantasan Korupsi.

Minggu, 14 November 2010

Brother Industries Limited

Baru setahun Brother Industries Limited memasuki pasar Indonesia dengan mengusung produk printernya. Sebelumnya, perusahaan tersebut dikenal khalayak sebagai produsen mesin jahit asal Nagoya, Jepang. Adalah Kanekichi Yasui yang mendirikan perusahaan tersebut pada 1908 dengan nama Yasui Sewing Machine Co.

Seiring dengan perjalanan waktu hingga kini, sebagaimana Direktur PT Brother International Sales Indonesia Yuichi Suzuki menerangkan pada Jumat (5/11/2010) di gelaran Indocomtech 2010, perusahaan tersebut mengembangkan lini produksi mulai dari printer label, printer, printer multifungsi , mesin perkakas, mesin jahit, mesin tik, dan komputer elektronik.
Khusus untuk Indonesia, kata Sales and Marketing Manager PT Brother International Sales Indonesia Deny Santosa, pihaknya mesti berhadapan dengan kenyataan kalau mayoritas konsumen Indonesia amat menyukai produk dengan harga murah. “Di bidang printer misalnya, konsumen memang banyak yang masih mengincar printer murah serta harga tinta murah,” aku pria berkacamata ini.

Kenyataan ini, lanjut Deny, bertentangan dengan misi yang menjadi andalan Brother. “Makin hari, printer kami harus makin canggih,” katanya. Terhadap strategi Brother tersebut, konsumen, memang cenderung berpikir kalau hal yang makin canggih, lengkap, dan sebagainya amat terkait dengan harga yang acap lebih tinggi. “Pada bagian ini memang, kami lebih banyak memberikan edukasi kepada masyarakat kalau produk kami memiliki fitur yang makin lengkap dengan harga relatif sama,” terang Deny .

Demi menjadi pelaku pasar printer yang andal di Tanah Air, Brother membidik pameran sebagai salah satu sarana penting mengedukasi masyarakat. “Setahun kami menargetkan di tiga pameran besar komputer yakni FKI (Festival Komputer Indonesia), Indocomtech, dan Mega Bazaar,” ujar Deny.

Selain ajang tersebut, Brother juga memanfaatkan strategi menyasar konsumen usia muda dengan pameran di kampus-kampus. “Konsumen kelas ini memang lebih banyak mengetahui soal komputer,” imbuhnya.

Tujuh
Masih menurut Deny, dalam kesempatan Indocomtech sekarang, pihaknya meluncurkan tujuh model baru lini printer inkjet multifungsi berwarna yakni DCP-J125, DCP-J315W, DCP-J715W, MFC-J220, MFC-J265W, MFC-J415W dan MFC-J615W. Banderolnya di kisaran Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per unit.
Pada lini tersebut, kemudian, Brother meningkatkan fitur-fitur seperti interior design. “Tampilan printer inkjet Brother kini cenderung berwarna hitam,” kata Deny Santosa.
Selain itu, kualitas layar printer berkembang menjadi 1,9 inchi dengan kecepatan hingga 35 ppm. “Untuk printer high-end, layar kami kualitasnya hingga 3,3 inchi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Deny menambahkan, Brother mengusung teknologi printer nirkabel yang memungkinkan pengguna bisa mencetak dari ponsel. Sebaliknya, printer juga bisa memindai ke telepon genggam.

Pasar printer inkjet di Nusantara menurut data dari Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkindo) berada di kisaran 2,2 juta unit hingga akhir 2010. Brother yang belum berencana membangun pabrik di Indonesia dalam waktu dekat memiliki klaim menjadi tiga besar di ASEAN, kata Yuichi Suzuki. “Penguasaan pasar di ASEAN mencapai 10 persen,” tutur Suzuki.
Untuk kawasan pasar ASEAN, Brother mengandalkan pabrik di China, Vietnam, dan Malaysia. Sementara, untuk pendistribusian produk di Indonesia, Brother bekerja sama dengan PT Asaba. Demikian catatan online Ikut Ngeblog tentang Brother Industries Limited.

Kamis, 11 November 2010

Harga ganti rugi ternak

Harga ganti rugi ternak yang akan diberikan pemerintah kepada para peternak yang tinggal di zona radius rawan 20 kilometer dari puncak Gunung Merapi sangat memberatkan peternak sapi.

Nilai ganti rugi hanya sekitar Rp22 ribu per kilogram, dianggap terlalu rendah dan tak sebanding dengan harga jual ternak sapi yang ada di pasaran.

"Terlalu murah. Ini memberatkan, buat beli sapi baru saja tidak cukup," kata Santoso, peternak sapi di Pule, Tegalrandu, Srumbung kepada VIVAnews, Kamis 11 Nopember 2010.

Santoso mengungkapkan, dulu harga beli sapi mencapai Rp7,5 juta per ekor, dan saat ini bobot sapinya sudah mencapai 200 kilogram. Dengan harga Rp22 ribu, maka harganya hanya Rp5 juta.

Dengan demikian, lanjut dia, peternak sapi yang saat ini sebagian besar masih mengungsi lebih memilih menjual sapinya ke pedagang. Meskipun, hanya dihargai Rp6 juta per ekor.

“Daripada dibeli pemerintah ruginya tambah banyak, mending dijual ke pedagang saja. Kalau pemerintah mau membantu seharusnya dengan harga yang pantas,” harap dia.

Sementara itu, peternak sapi lainnya, Sriyono mengungkapkan, saat membeli sapi dulu, penentuan harga bukan berdasarkan hitungan per kilogram, namun per ekor.

"Beli Rp8,7 juta per ekor. Sekarang beratnya 3 kwintal. Bila dibeli pemerintah hanya Rp6 juta," ujarnya.

Meski rugi, Sriyono pun mengaku lebih memilih menjual ternak sapinya ke pedagang. Meskipun harga tawarnya tidak sebanding dengan harga saat membeli dulu.

Selanjutnya, ia mengatakan, saat ini pihak Dinas Peternakan Kabupaten Magelang juga belum mensosialisasikan harga penggantian hewan ternak milik warga tersebut.

"Saya itu tahunya rinciannya dari televisi. Dinas Peternakan belum merinci. Hanya sedang melakukan pendataan," tuturnya. Demikian catatan online dari Ikut Ngeblog tentang Harga ganti rugi ternak.

Rabu, 10 November 2010

Mantan

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mengatakan, sambutan Indonesia terhadap kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama cukup luar biasa. Menurutnya, hal tersebut wajar mengingat Amerika Serikat merupakan negara yang sangat berpengaruh.

Jadi sangat over atensi gitu, kan. Tapi ya karena dia negara besar, berpengaruh," katanya seusai jumpa pers di kantor Palang Merah Indonesia (PMI), Jakarta, Rabu (10/11/2010).

Namun, kata Kalla, akan sangat berbeda jika Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang mengunjungi Washington DC, Amerika Serikat. Berdasarkan pengalaman JK sebagai mantan Wakil Presiden, Indonesia sama sekali tidak mendapat perhatian publik saat berkunjung ke sana. Sambutan akan berbeda jika negara maju seperti China atau India yang berkunjung.

"Kalau Presiden China ke Washington, itu live juga dengan CNN. India ke Washington, itu live juga dengan CNN. Tapi kalau kita, kalau kita ke Washington, itu satu rubrik kecil katakanlah tidak ada, apalagi live," kata Kalla yang juga Ketua Umum PMI itu.

Dari gambaran tersebut, kata Kalla, tampak sekali bahwa pengaruh kedatangan presiden suatu negara sangat bergantung pada kekuatan ekonomi negara tersebut. Jika suatu negara ingin diperhatikan saat berkunjung ke negara lain, maka negara tersebut menurut Kalla harus kuat secara ekonomi dan politik terlebih dahulu.

"Kalau kita di Amerika, kita tidak mendapat perhatian. Tapi kalau kita semaju China, mungkin sama," ucap Kalla.

Pengaruh suatu negara terhadap negara lain juga sangat bergantung pada kemakmuran negara itu. Obama pun, kata Kalla, mengakui ketidakpopuleran Indonesia di mata dunia. "Obama mengakui itu, mengatakan tidak semua orang tahu Indonesia. Tahunya hanya Bali dan Jawa," katanya.

Selain itu, Kalla juga menilai bahwa kunjungan Presiden Obama ke Jakarta akan bermanfaat bagi Indonesia meskipun tidak secara langsung. Hubungan baik yang terjalin antara Indonesia dan Amerika Serikat dapat mempermudah hubungan kerja sama ke depan. Terlebih, Obama pernah menetap di Jakarta.

"Mungkin juga karena ada hubungan emosional ya, kan menyegarkan hubungan diplomasi," tambahnya. Demikian catatan online Ikut Ngeblog tentang Mantan.

Selasa, 09 November 2010

Rombongan Presiden Amerika Serikat Barack Obama

Rombongan Presiden Amerika Serikat Barack Obama membutuhkan waktu sekitar 25 menit untuk tiba di Istana Negara, dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Dari pantauan VIVAnews, Selasa 9 November 2010, rombongan Presiden Obama melesat dengan kecepatan sedang melintasi Tol Semanggi dari kawasan Halim. Rombongan kemudian berputar di Semanggi dan masuk kawasan Sudirman dan Thamrin untuk menuju Istana Negara.

Hanya dalam waktu 10 menit, rombongan Presiden Obama telah melintasi kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Rombongan terus melaju. Rombongan yang berangkat dari Halim pukul 16.35 WIB, tiba di Istana Negara pukul 17.00 WIB. Obama-Michelle disambut langsung Presiden SBY dan Ibu Negara.

Pesawat Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendarat di Halim pukul 16.25 WIB. Obama yang mengenakan jas hitam tampak didampingi Ibu Negara AS Michelle Obama yang mengenakan busana berwarna merah maroon dan celana panjang hitam.

Jalur yang dilintasi 'anak menteng' ini adalah Halim-Tol Dalam Kota-Sudirman-Thamrin. Dikawasan Semanggi, Obama disambut warga yang melambaikan tangan saat rombongan melintas.

Tidak lama setelah rombongan melintas, jalur semanggi kembali dibuka. Sterilisasi di jalur Semanggi, berlangsung sekitar 30 menit. Demikian informasi dari Ikut Ngeblog tentang Rombongan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Minggu, 07 November 2010

Singapore Airlines

Singapore Airlines kembali membuka jadwal penerbangannya yang sempat dibatalkan karena gangguan letusan Gunung Merapi. Seluruh penerbangan dari dan menuju Jakarta sudah kembali normal mulai hari ini.

"Kami memohon maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan ini," tulis keterangan pers Singapore Airlines yang diterima VIVAnews.com, Minggu 7 November 2010.

Berikut ini adalah daftar penerbangan yang mengalami perubahan waktu keberangkatan:
1. SQ 956 rute Singapura - Jakarta dengan jadwal keberangkatan pukul 09.30 pagi hari, berubah menjadi pukul 11.30 siang hari.
2. SQ 952 rute Singapura - Jakarta dengan jadwal keberangkatan pukul 07.40 pagi hari, berubah menjadi pukul 14.00 siang hari.
3. SQ 957 rute Jakarta - Singapura dengan jadwal keberangkatan pukul 11.40 pagi hari, berubah menjadi pukul 13.10 siang hari.
4. SQ 953 rute Jakarta - Singapura dengan jadwal keberangkatan pukul 09.20 pagi hari, berubah menjadi 15.40 sore hari.

"Apabila terdapat perubahan kembali terhadap jadwal penerbangan akan diinformasikan kemudian," tulis keterangan Singapore Airlines.

Maskapai akan terus memonitor situasi penerbangan dari dan ke Jakarta. Para penumpang disarankan memeriksa status penerbangan melalui situs www!singaporeair!com sebelum menuju bandara.

Singapore Airlines akan membebaskan biaya rebooking/reissuance untuk tiket yang dikeluarkan di seluruh dunia pada atau sebelum 6 November 2010 untuk perjalanan dari dan ke Jakarta antara tanggal 6 dan 8 November 2010. Demikian informasi dari Ikut-ngeblog tentang Singapore Airlines.