Jumat, 15 Juli 2011

Warga Kamboja mengincar kesempatan kerja di Thailand

Berbondong-bondong warga Kamboja mengincar kesempatan kerja di Thailand. Menurut catatan Deputi Direktur Jenderal dan Pelatihan Ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja Kamboja Hou Vuthy, tahun ini lebih dari 80.000 warga Kamboja sudah bersiap-siap bekerja di Vietnam. Thailand, bagi negara-negara kawasan seperti Kamboja, Vietnam, Myanmar, dan Laos, terhitung sebagai negara maju secara ekonomi.

Pemerintah Thailand, sebagaimana warta Xinhua pada Jumat (15/7/2011), memberi tenggat pendaftaran kesempatan kerja itu pada Kamis kemarin. Pemerintah Thailand menganggap penting kebijakan ini lantaran orang Kamboja paling sering menjadi tenaga kerja ilegal. Jadilah kini mereka "tenaga kerja Kamboja" alias "TKK" yang sah.

Pemerintah Thailand yang sudah meneken perjanjian dengan Kamboja bakal menjamin secara hukum para pekerja Kamboja tersebut. Setidaknya, mereka tak akan terkena ancaman deportasi.

Thailand, bagi negara-negara kawasan seperti Kamboja, Vietnam, Myanmar, dan Laos, terhitung sebagai negara maju secara ekonomi. Alhasil, ratusan ribu tenaga kerja asal tetangga itu beramai-ramai mencari nafkah di Thailand.

Thailand sendiri menerapkan peraturan tegas untuk para tenaga kerja migran itu. Hasilnya, bulan lalu, 454.449 tenaga kerja asal Kamboja, Laos, dan Myanmar harus berurusan dengan pihak berwenang demi mendapatkan status pekerja legal. Kalau tidak, ancaman deportasi bakal mereka terima. Demikian catatan online Ikut Ngeblog yang berjudul Warga Kamboja mengincar kesempatan kerja di Thailand.

Selasa, 12 Juli 2011

Tim renang Australia

Tim renang Australia siap menunjukkan determinasinya pada World Championship di Shanghai. Australia yang pernah menjadi empat kali juara dunia dan memegang rekor dunia tiga kali ini tidak ingin mengulang kejadian mengecewakan dua tahun lalu.

Kami hanya memenangkan empat medali di Roma pada 2009 dan itu mengecewakan. Karena itu, kami ingin total di Shanghai," papar pelatih renang Australia, Leigh Nugent. Nugent sangat berharap Australia bisa menampilkan peforma terbaiknya, karena hasil di kejuaraan dunia ini akan menentukan peringkatnya di dunia.

"Shanghai akan menjadi tempat yang fantastis untuk kejuaraan dunia renang ini, dan ini akan menjadi ajang pertama setelah di Roma, di mana perenang-perenang kelas dunia bertanding di kolam yang sama," tutur Nugent.

Tim putri Australia, pada ajang ini merupakan kandidat terkuat karena ada tiga perenang mereka yang memegang gelar juara dunia pada tiga bidang berbeda--Jessicah Schipper (200m gaya kupu-kupu), Marieke Guehrer (50m gaya kupu-kupu), dan Melissa Gorman (5000m gaya bebas)--dan tiga kali juara Olimpiade, Stephanie Rice.

Rice, yang menjadi andalan Australia, baru kembali setelah pulih dari cedera bahu yang memaksanya keluar dari pertandingan Commonwealth Games 2010. "Saya sangat senang untuk memberikan yang terbaik sejak pulih dari cedera," papar Rice.

Selain Rice, perenang pria andalan Australia adalah Christian Sprenge yang memegang rekor dunia pada 200m gaya dada dengan catatan waktu 2:07.31. Demikian catatan online Ikut Ngeblog yang berjudul Tim renang Australia.