Senin, 26 Maret 2012

Meningkatkan kemampuan Anak Sejak Dini

KIDSZONA Indonesia mengapresiasi untuk terus meningkatkan kemampuan anak sejak dini, salah satunya menggelar event mengukur kemampuan anakanak di Makassar dalam bidang seni tarik suara. Eventitu digelar bekerja sama dengan rumah bernyanyi keluarga Happy Puppy,yang diramu dalam bentuk lomba Singing Contest, Minggu (25/3), di Creation Stae Kidszona Indonesia bertema Kidszona Sing a Song. Creative Event Kidszona Indonesia Mashar Marang mengatakan, kegiatan itu bertujuan mengetahui bagaimana bakat anak-anak di dunia nyanyi, sesuai visimisi Kidszona Indonesia sebagai tempat mengembangkan minat dan bakat anak. Apalagi, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Musik Nasional pada 9 Maret 2012.

“Peserta yang ikut rata-rata masih pemula dan ini sesuai dengan yang kami harapkan. Selain sebagai laboratorium pendidikan, karakter di sini juga untuk mengajarkan anak kreatif dan percaya diri,” katanya. Peserta yang ikut mulai umur 7 hingga 12 tahun dan setiap peserta bebas ingin menyanyikan lagu apa. Hadiah yang disiapkan berupa trofi dan uang tunai. Tidak saja anak-anak yang ikut ambil andil dalam event tersebut,tapi juga orang tua peserta ikut ambil bagian. Itu ditandai dengan antusias para orang tua yang ingin ambil bagian di acara itu. Sebab, mereka juga diberikan kesempatan menyanyi dan dinilai dewan juri.

“Peserta dinilai dari intonasi, improvisasi, penguasaan panggung, penampilan atau kostum.Dari penilaian itu,diketahui siapa yang layak menjadi pemenang,”paparnya. Sementara itu, peserta yang ikut lomba bernyanyi rata-rata menyanyikan lagu Cherry Bell bertajuk Love Is You dan Jessie J Price Tag. Tak hanya menyaksikan peserta berlomba, penonton juga dihibur dengan penampilan KZ Crew dan Modern Dance. Dari hasil penilaian juri, diumumkan tiga peserta terbaik, yakni, sebagai pemenang pertama Andi Hadrila Putri,menyusul Nurul Atifa Anggraeni dan di posisi ketiga ditempati Adienda Azizatul.

Minggu, 25 Maret 2012

Pemkot Probolinggo Menghentikan Perijinan dan Pendirian Minimarket

Pemkot Probolinggo menghentikan perijinan dan pendirian minimarket di kampung-kampung dan di jalan protokol selamanya. Sebab, hal itu bisa mengancam keberadaan pedagang tradisional yang mencari sesuap nasi untuk keluarganya.

Namun, Badan Pelayanan Perijinan (BPP ) Kota Probolinggo tak menghentikan secara penuh bila lokasinya bukan di daerah perkampungan warga dan jalan protokol. Kepala BPP Tartib Gunawan mengatakan, pihaknya cuma membatasi pendirian minimarket waralaba di daerahnya, sebagai bentuk kepedulian Pemkot kepada pedagang kecil.

"Setiap permohonan perijinan pendirian minimarket waralaba kita kaji secara dalam, manfaat dan mafsadatnya bagi pedagang kecil," ujarnya, Minggu (25/3/2012). Sejauh ini, memang tak satupun minimarket waralaba yang berada di dua kawasan terlarang tersebut. Kata Tartib, minimarket waralaba hanya boleh berdiri di pusat perdagangan.

Bila di lokasi itu, maka persaingannya seimbang antar-minimarket waralaba. Bagaimana dengan minimarket non waralaba yang dimiliki warga biasa? Ya, boleh-boleh saja. Tapi minimarket non waralaba juga dilarang bila bangunannya seperti pasar modern di perkampungan. Selain itu, kami beri kemudahan perijinannya," jawab Tartib.

Di Kota Probolinggo, ada sejumlah minimarket waralaba. Yakni, Indomaret sebanyak 9 unit, Alfamart 7 unit, dan hypermarket Giant 1 unit. Untuk KDS dan GM, kata Tartib, bukan waralaba karena milik perorangan. Tartib menambahkan, pihaknya tidak serta merta menolak perijinan minimarket waralaba, tapi mengkaji lebih dalam.

Pasalnya, Pemkot memang berkeinginan untuk memberdayakan UKM sekaligus mengundang para investor di Kota Probolinggo guna membukan lapangan kerja baru. Kita harus tahu, kapan memberdayakan UKM dan kapan mendatangkan investasi," pungkasnya.