Rabu, 29 Desember 2010

11 pelaut Vietnam hilang

Sebanyak 11 pelaut Vietnam hilang setelah kapal kargo yang mereka awaki tenggelam dalam badai di lepas pantai di selatan negara itu Selasa (28/12).

Ngoc Bui Tri dari Pusat Pencarian dan Penyelamatan di Provinsi Ba Ria Vung Tau di selatan negara itu, Rabu, mengatakan, 12 pelaut berhasil diselamatkan kapal nelayan setelah kapal kapal itu tenggelam Selasa pagi di laut lepas sekitar 400 kilometer dari pantai negara itu.

Tri mengatakan, pencarian terhambat oleh cuaca buruk. Kapal kargo itu sedang dalam perjalanan dari Malaysia ke Ho Chi Minh City. Demikian catatan online Ikut Ngeblog tentang 11 pelaut Vietnam hilang.

Senin, 20 Desember 2010

Ramadhan Pohan

Anggota Fraksi Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, dalam siaran pers yang diterima media massa, Senin (20/12/2010), meminta aparat kepolisian cepat mengusut kematian wartawan tabloid Pelangi Alfrets Mirulewen.

Selain itu, Ramadhan juga mengucapkan belasungkawa atas kematian yang menimpa Pemimpin Redaksi tabloid mingguan Pelangi itu. Ramadhan juga mengingatkan, polisi juga harus tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah (presumption of innocent) dalam kasus ini.

"Kita tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, tapi bila memang kematian wartawan itu terkait dengan liputan investigasinya sebagai jurnalis, tentu ini tidak bisa dibiarkan begitu saja," tutur Ramadhan, yang juga anggota Komisi I DPR RI.

"Polisi harus cepat mengungkap motif tewasnya Alfrets ini, apakah memang terkait dengan penulisan liputan investigasi yang dibuatnya," ujarnya.

Ramadhan berharap, bangsa ini bisa memastikan kemerdekaan pers dan jangan pernah tercederai dengan kekerasan, apalagi pembunuhan terhadap jurnalis. Kerja profesional dan komitmen polisi mengungkap semua di balik tewasnya Alfrets adalah jaminan yang dinantikan insan pers dan masyarakat luas, termasuk para anggota DPR.

Ramadhan juga mendesak aparat penegak hukum untuk memprioritaskan perlindungan terhadap wartawan. "UU Pers menyebutkan bahwa wartawan bekerja dilindungi oleh undang-undang," paparnya lagi.

Karena itulah, Ramadhan menilai, segala upaya yang berujung pada perenggutan terhadap kemerdekaan pers mesti ditindak secepat mungkin. "Tapi, setidaknya dari kasus ini saya mengharapkan agar seluruh wartawan di Indonesia untuk tidak surut dalam melakukan investigasi," ujar Ramadhan lagi.

Seperti diberitakan, Pemimin Redaksi tabloid Pelangi Alfrets Mirulewen ditemukan dalam keadaan meninggal dengan kondisi mengenaskan di Pantai Nama Wonreli, Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Alfrets diduga dibunuh setelah menginvestigasi perdagangan gelap bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Maluku Barat Daya. Demikian catatan online Ikut Ngeblog tentang Ramadhan Pohan.

Sabtu, 18 Desember 2010

Pengamat Politik

Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro menegaskan Indonesia merindukan paket UU Politik yang jadi acuan penyelenggaraan Pemilu nasional maupun daerah untuk jangka panjang. Zuhro mengatakan UU Politik Indonesia selama ini selalu direvisi setiap kali menjelang Pemilu tiba.

Hal ini disampaikannya di sela lokakarya Fraksi Partai Demokrat di Hotel Twin Plaza, Sabtu (18/12/2010), karena melihat judul lokakarya fraksi yang berjudul Menata Kembali UU Politik Menuju Pemilu 2014.

"Kenapa hanya sampai 2014, tidak long term? Kita sudah bosan revisi-revisi terus menerus, kita inginkan revisi yang substansial yang sifatnya long term untuk demokrasi Indonesia," ungkapnya.

Menurutnya, dewan harus memiliki pola pikir jangka panjang yang ditujukan untuk kemajuan demokratisasi Indonesia ke depan. Bukan semata-mata untuk kepentingan golongan.

Zuhro juga menjelaskan Paket UU Politik ke depan juga harus tetap menjaga dan meningkatkan independensi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam melaksanakan tugasnya, baik di pusat maupun di daerah. Caranya, dengan tidak melibatkan unsur partai di dalamnya. "Harus diupayakan independensinya karena partisanship di Indonesia itu kan sudah biasa. Demikian catatan online Ikut Ngeblog tentang Pengamat politik.

Sabtu, 04 Desember 2010

Lebih dari 1.000 warga

Lebih dari 1.000 warga Kelurahan Peguyangan Kangin, Denpasar, dan sekitarnya, berebut mendapatkan bahan pokok di pasar murah yang diselenggarakan oleh Komunitas Gereja GBI Denpasar Rock Ministry, Sabtu (4/12/2010) pagi tadi.

Meski berdesak-desakan memburu barang yang mereka cari, tidak ada insiden berari di pasar murah ini.

Panitia menyediakan 326 voucher kepada warga Peguyangan Kangin yang satu vouchernya bernilai Rp 75.000. Mereka bisa membelanjakan voucher tersebut untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok seperti beras, buah-buahan, gula, minyak, bumbu, telur.

Untuk menambah kebahagiaan warga, panitia juga menjual harga kebutuhan pokok di bawah harga normal. "Seperti beras C4 yang di luar dijual Rp 7.000, di sini kita jual Rp 6.000," kata Lukas Bundi, panitia pasar murah.

Karena kupon terbatas, sedangkan jumlah warga yang ingin berbelanja di pasar murah ini membeludak, panitia akhirnya memberi kesempatan kepada warga yang tidak mendapat kupon untuk berbelanja dengan uang tunai.

Selain sembako, panitia juga menjual berbagai pakaian untuk pria dan wanita hanya dengan harga Rp 15.000 per potong. Kegiatan pasar murah ini merupakan agenda tahunan Komunitas Gereja GBI Denpasar Rock Ministry dalam rangka menyambut Natal. Demikian catatan online Ikut Ngeblog tentang Lebih dari 1.000 warga.